Monolog #7 (Lupa)

Apakah aku mengingat semua hal ? Tentu tidak

Apakah kau merasa mengingat semua hal?

Jika tidak, apa kau merasa melupakan hal terpenting dalam hidupmu?

Jika tidak, coba ingat kembali

Apakah kau pernah melupakan bahwa kau hanya hidup sekali?

Setelah kehidupan ini, kau tidak akan ada di dunia ini lagi

Kau hanya akan diingat oleh orang yang mencintaimu dan peduli padamu

Jasadmu akan dikubur di bawah tanah, hanya kenangan bersamamu yang akan mereka kenang

Jika kau tidak lupa hal itu, Lalu mengapa kau masih murung dan tak bergerak?

Mengapa kau hanya diam dan tidak melakukan hal yang hebat?

Apa kau ingin hidupmu selama ini hanya untuk dilupakan oleh orang lain?

Apa kau tidak merasa sakit saat ini, ketika memikirkan bagaimana orang disekitarmu mengenang dirimu?

Jika kau tidak melakukan hal hebat atau berikatan erat dengan orang lain, lau bagaimana hidupmu akan dingat oleh mereka?

Apa kau ingin hidupmu disamakan dengan kotoran yang mereka keluarkan setiap pagi?

Setiap pagi bertemu, namun setelah sore datang ia sudah dilupakan

Apa kau sudah melakukan hal hebat hingga dirimu akan diingat orang lain?

Apa kau hanya ingin hidup untuk dilupakan orang lain?

Betapa biasa dan tak menariknya dirimu, bertahun-tahun bernapas lalu dilupakan ketika kau tidak ada di dunia ini

Jika kau bersikeras ingin diingat oleh orang lain, maka lakukan hal hebat mulai detik ini

Beranjak dari dudukmu, lakukan pekerjaanmu yang sudah lama menumpuk, lalu gunakan waktu luangmu untuk bercengkerama dengan orang di sekitarmu

Pada awalnya mungkin akan sulit, namun bukankah kamu telah melewati yang lebih sulit dari ini?

Ketika hidupmu berada pada titik terendah, kau bertahan dan bangkit hingga kau dapat bersemangat di hari ini

Hal hebat yang akan kau lakukan bahkan tak sampai setengah dari kesulitan yang telah kau lewati selama ini

Wahai orang-orang hebat, semoga orang di sekitarmu mengingatmu bahkan ketika kau sudah tak di dunia dan kau pun sama, selalu mengingat mereka.

(Monolog Aku, Lupa)

Monolog #6 (Teror)

Apa kau merasa sendirian saat ini? Jika iya, apakah kau telah melihat makhluk yang telah melihatmu dari belakangmu selama ini?

Apa kau merasa aman saat ini?

Apa kau tidak merasa sedang diawasi?

Jikalau kau tidak merasa sedang diawasi, maka hidupmu sedang berada dalam bahaya

Setiap dari kita, tidak ada yang tidak diawasi

Semuanya diawasi oleh Sang Pencipta

Sang Pencipta yang telah menciptakan telah mengawasi kita bahkan sebelum kita dapat mengawasi diri kita sendiri

Bahkan ketika kita tertidur dan dapat dibunuh kapan saja, Sang Pencipta mengawasi kita dan mengatur takdir kita sehingga kita masih dapat bernafas saat ini

Apa kau telah mensyukuri hidupmu saat ini, semoga saja sudah

Apakah kau ingat bahwa kau akan mati di masa depan?

Setiap orang selalu memikirkan masa depan yang cerah, memiliki pekerjaan dengan gaji besar, mobil mewah, dan rumah bertingkat

Mereka mempersiapkan kehidupan yang baik sampai lupa untuk mempersiapkan mati yang terbaik

Hanya dunia yang mereka kejar, hingga kehidupan di akhirat mereka lupakan seakan-akan hanya dongeng belaka

Mereka meminta kepada sang pencipta ketika mereka berada di titik terendah mereka, namun lupa ketika mereka telah dapat berdiri menghadapi hidup mereka sendiri

Apakah kau telah mempersiapkan matimu?

Apakah kau merasa kau tidak akan mati esok hari?

Jika kau mati esok hari, apa yang akan kau lakukan saat ini?

Kita semua merasa sendirian padahal ada yang selalu mengawasi kita

Kita semua merasa aman padahal kematian yang paling kita takutkan dapat datang dalam beberapa menit kedepan

Apa kau percaya bahwa kau akan mati dalam beberapa jam lagi?

Jika kau akan mati dalam beberapa jam, hal apa yang akan kau lakukan sekarang?

Apakah beribadah? meminta maaf ke semua orang? menyatakan cinta ke orang yang kau cintai?

Jika kau berpikir dapat melakukannya, lalu mengapa tidak kau lakukan sekarang?

Apakah kematian membuatmu menjadi lebih berani?

Jadi, sebenarnya kematian itu membuat kita ketakutan atau malah membuat kita semakin berani? 

Teror sebenarnya bukanlah ketakutan kita akan kematian, namun ketika berharap kehidupan lebih lama lalu kematian datang tiba-tiba, seperti kematian yang akan dapat datang dalam beberapa jam dari sekarang

(Monolog Aku, Teror)