Aku benci kakek moyangku.
Karena nafsunya, ia membuatku berada di dunia yang kubenci, Bumi.
Mengapa kau harus memakan buah itu?
Buah apa itu?
Apakah rasanya sedap?
Hanya dirimu yang memakannya namun aku pula kena imbasnya?
Tuhan telah melarangmu memakannya namun kau tetap memakannya
Kemana perginya akal dan pikiran yang telah diberikan oleh sang pencipta?
Apa kau sadar konsekuensinya?
Apa kau bahkan ingat yang telah Tuhan katakan?
Apakah kau berpikir kau yang paling sempurna sehingga Tuhan akan memaafkanmu?
Atau kau lupa bahwa kau adalah yang pertama?
Apakah kau sengaja memakan buah itu sehingga manusia lain tidak dapat merasakan surga yang indah itu?
Apakah semua karena setan?
Benarkah demikian?
Kau melakukan hal itu lalu kau menyalahkan makhluk lain?
Dimana tanggung jawabmu?
Apa kau mengatakan bahwa semua ini takdir?
Jika begitu, maka tadirku adalah untuk membencimu.
(Monolog Aku, Benci)