Oksigen adalah dasar dari api yang kalian lihat dan ketahui selama ini.
Api adalah penemuan yang cukup besar yang dapat ditemukan manusia pada zaman itu.
Kehidupan menjadi lebih beragam dan dinamis dimulai dari penemuan api.
Makanan yang dimakan menjadi lebih sehat dan enak.
Kemajuan dalam peralatan berburu dan kegiatan mempertahakan kehidupan lainnya.
Apa kalian pernah memikirkan, bagaimana mereka melelehkan logam yang mereka temukan?
Itu hanyalah contoh kecil dari api yang kalian ketahui selama ini.
Ada banyak macam api di dunia ini.
Bisakah kau mengingat api yang menentukan hidupmu saat ini?
Jika kau tidak tau, mungkin kalian akan mendapatkan jawabannya dari orang tua kalian.
Hidup ini berputar pada api, mungkin hidupmu didasari dari api cinta orang tua kalian.
Bayangkan jika mereka tak menemukan api cinta pada masing-masing dari mereka.
Apa kau masih berpikir kau akan membaca tulisan bodoh ini.
Semakin bertambah umur dan akal, kita pun mungkin akan merasakan api cinta yang bergelora dalam diri kita.
Disamping api cinta pasti ada api cemburu yang siap untuk berkobar.
Terasa dangkal cintamu jika cinta itu tak menimbulkan potensi kecemburuan.
Karena dasar dari cinta adalah kecemburuan yang dibalut kepercayaan.
Ketika kepercayaanmu kalah oleh kecemburuan, maka hancurlah cinta itu.
Api cinta dan api cemburu dapat diibaratkan Yin dan Yang.
Mereka berdampingan dan bahkan berdekatan namun di waktu yang sama saling bertentangan.
Api cemburu pun memiliki teman yang sangat dekat dengannya, yaitu api kemarahan.
Mereka adalah api yang sering dijumpai pada manusia yang tidak mendapatkan ekspektasinya.
Kemarahan bermula dari mimpi dan ekspektasi yang tak tercapai.
Ketika hal yang terasa indah tak didapatkan, maka api kemarahan pun berkobar dan membakar hati hingga menghitam.
Namun sebelum mimpi itu hancur atau tak didapatkan, pasti ada api semangat yang telah berkobar sebelumnya.
Api semangat itulah yang menjadi bahan membuat api kemarahan, semakin besar api semangat semakin besar pula api kemarahan.
Semakin besar api kemarahan maka semakin menghitamlah hatimu.
Semakin hancur pula hidupmu menahan rasa sakit penyesalan dan rasa sakit kehancuran hati.
Dan semua kehancuran itu berasal dari mimpi dan ekspektasi.
Lalu bagaimana cara menghindarinya?
Tidak ada cara untuk menghidarinya, semua manusia diciptakan untuk bermimpi dan berekspektasi terhadap sesuatu.
Yang harus kau lakukan adalah menerima api itu dan berteman dengannya, gunakan api itu untuk menuju tempat atau mimpi yang ingin kau capai.
Bakar terus bahan bakar api semangatmu, hadapi semua masalah dan rintangan yag menghambat mimpimu.
Buatlah hidupmu dipenuhi api cinta dan berkenalanlah dengan api cemburu agar kau tak kaget ketika bertemmu dengannya.
Buat dirimu hebat di dunia ini, dunia yang dipenuhi dengan api-api yang selalu bersama denganmu.
(Monolog Aku, Api)