Hidup adalah rangkaian waktu yang penuh persimpangan yang menentukan kemana kita akan menuju atau apa yang akan terjadi pada diri kita.
Bohong jika mereka berkata kesempatan tak datang dua kali.
Pilihan dan kesempatan ada disetiap persimpangan, tidak ada yang namanya pilihan terbaik, yang ada hanyalah pilihan kamu sendiri.
Pilihan apapun yang sudah kau ambil sampai hari ini adalah pilihanmu sendiri dan pastilah itu yang terbaik dalam hidupmu.
Jalan kehidupan penuh dengan misteri dan tantangan.
Kita tidak akan tahu apa yang terjadi esok hari sampai kita berada di hari lusa.
Yang kita tahu hanyalah apa yang terjadi kemarin dan hari-hari sebelumnya.
Pelajaran yang kita dapat sangat sedikit dibanding hari-hari yang akan kita lalui nanti.
Kenapa aku bilang sedikit?
Karena kita tak akan tahu berapa banyak hari-hari berat yang akan kita hadapi di masa depan.
Beragam tantangan dan rintangan dari yang terasa mudah hingga yang terasa tak mungkin ditaklukkan adalah gambaran masa depan yang akan kita semua hadapi.
Pilihan apapun yang akan kalian pilih untuk menghadapi tantangan itu, yakinlah bahwa itu adalah pilihan terbaik yang dapat kalian pilih saat itu.
Jika kalian menganggap itu bukan yang terbaik, maka kalian telah menambah pengetahuan dan pengalaman, langkah selanjutnya adalah merubah sudut pandang dan pilihlah pilhan yang lebih baik daripada yang kalian pilih di kesempatan sebelumnya.
Semua yang terjadi adalah takdir yang sudah ditetapkan oleh Yang Maha Kuasa.
Lalu, apakah selama ini apa yang kita pilih bukanlah pilihan kita sendiri?
Jika seperti itu, bukankah kita sedang berada didalam simulasi yang disebut kehidupan?
Lalu, mengapa kita dibuat seakan-akan memiliki pilihan?
Dimana jalan cerita dari simulasi ini?
Apakah aku ketiduran ketika sedang dibacakan jalan cerita dari simulasi ini?
Kurasa begitu, hidup ini membingungkan dan selalu penuh misteri di setiap jalannya.
(Monolog Aku, Jalan)